selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan buat teman - teman pesilat....... latihan tetap semangat ya walaupun puasa... ^_^ salam hormat bagi seluruh pesilat _/\_ Selengkapnya...
Sabtu, 21 Juli 2012
Sabtu, 16 Juni 2012
Tips Mengatasi Kejenuhan Berlatih
Saat latihan pasti pernah kan dihampiri rasa jenuh atau bosan?? apa lagi kalau latihannya itu itu mulu... kuda-kuda aja terus yang dilatih, mungkin sekali-sekali perlu diganti kambing-kambing atau ayam-ayam, hhahaha makin ngawur aja..kenapa nda sekalian aja sate-satenya....hehehe...
langsung saja berikut tips-tipsnya seandainya suatu saat rasa jenuh mampir saat latihan. nda mutlak harus seperti ini siihh, ini hanya sedikit referensi saja, masih banyak tips-tips lain yang bisa di dapatkan. ^_^
- Cari teman sebanyak-banyaknya di tempat latihan, karena makin banyak teman kita akan makin asyik latihannya, apalagi kalau ada teman yang suka nglawak plus lucu, bisa ketawa ngakak sampai guling-gulingan dilapangan. kalau bisa cari teman dari ranting atau cabang lain juga jadi saat latihan gabungan kita tidak merasa asing.
- Tukar pikiran (sharing) bukan tukar otak loohhh...xixixixi. macam-macam sih kalau kita bicara tentang sharing, bisa tentang materi latihan, bisa tentang silat secara global atau seandainya lagi ada masalah atau galau bisa juga sharing sama teman kepercayaan. dengan kita sharing sama teman atau senior di tempat latihan akan membuat pikiran kita lebih terbuka tentang silat dan hati lebih nyaman saat latihan sehingga kita akan lebih semangat latihannya.
- Jadikan Silat sebagai hiburan, kenapa sih harus jadi hiburan, karena kita pasti seneng dengan yang namanya hiburan, makanya dengan menjadikan silat sebagai hiburan kita akan jadi terus-terusan semangat. misalnya tiap hari sudah berkutak kutik dengan pelajaran atau pekerjaan, kita perlu seimbangkan dengan silat sehingga otak kita akan segar lagi.
- Ingat kembali tujuan kita latihan silat, biasanya kalau kita sudah fokus sama tujuan maka hal-hal negatif yang membuat kita jenuh akan hilang dan berganti lagi dengan semangat yang membara.
- Sesekali perlu Refreshing dan istirahat, terkadang rasa jenuh datang karena badan kita terlalu lelah atau kecapaian ditambah lagi materinya monoton. kita perlu istirhatkan badan kita sejenak, misalnya saat badan kita sangat lelah dengan aktifitas sehari-hari, jangan paksakan untuk latihan (kalau sakit karena karena kecapaian malah repot nanti), tapi tetap usahakan datang ke tempat latihan dan bilang terus terang sama pelatihnya kalau kondisi badan kita lagi kurang fit sehingga tidak ikut latihan tapi ingin tetap lihat latihan jadi kita tidak akan tertinggal dari teman-teman yang lain. boleh juga tidak datang misalnya mau tiduran dirumah atau keluar kota untuk refreshing tapi harus ijin sama pelatihnya melalui teman atau sms.
- Timbulkan rasa penasaran dalam silat, semakin kita penasaran dalam silat semakin kita ingin mengetahuinya dan akan semakin semangat kita untuk terus berlatih silat.
- Perdalam lagi pengetahuan tentang silat, semakin kita tahu tentang silat maka semangat dalam berlatih silat pasti akan muncul, apalagi kalau kita tahu inti silat yang sebenarnya atau gerakan-gerakan silat yang asli. gerakan-gerakan silat yang asli penuh dengan keindahan, sederhana namun sangat efektif dalam penggunaannya. semakin kita mengenal dan mendalami silat semakin kita ingin terus berlatih dan menemukan hal-hal baru di dalamnya.
Selasa, 12 Juni 2012
Tips Belajar Silat
Berikut ini beberapa tips untuk belajar Silat. Bagi siapa saja yang ingin berlatih silat tips-tips ini mungkin akan sedikit berguna untuk anda sebelum melangkah untuk mempelajari silat.
- Pertama sekali pasti niat, selalu niat adalah yang utama dan pertama. Niatkan dalam hati untuk bersungguh-sungguh ingin mempelajari silat.
- Kemudian tujuan, tetapkan dalam hati tujuan belajar silat untuk apa. Untuk beladirikah, mengejar prestasikah, atau ingin melestarikan budaya Indonesia yang luar biasa ini.
- Cari tahu sebayak-banyak nya tentang silat. Karena Perguruan Silat di Indonesia sangat banyak dengan berbagai teknik dan ciri khas masing-masing, ada perguruan yang mengandalkan teknik atau gerakan yang lembut ada pula yang keras atau frontal, ada yang memanfaatkan tenaga lawan, pematahan, kuncian, serangan titik vital dll.
- Setelah dapat info tentang silat yang sesuai dengan diri kita, mulailah cari tahu tentang perguruan itu, mulai dari lokasi dan jadwal latiannya. sesuaikan dengan kesibukan kita dan lokasi tempat tinggal kita.
- Setelah kita masuk dalam perguruan tersebut, berlatihlah dengan sungguh-sugguh untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan jangan segan-untuk bertanya dengan pelatihnya tentang suatu gerakan yang agak susah juga tentang materi-materi yang diajarkan, sehingga kita bisa tahu tentang detail gerakan dan pemanfaatan gerakan yang diajarkan.
- Tekun berlatih dan terima apa saja materi yang diberikan pelatih. adakalanya pelatih memberikan gerakan yang aneh dan tidak keren menurut kita padahal bisa jadi gerakan itu adalah inti beladiri silat yang turun temurun diajarkan dalam perguruan tersebut dan mempunyai fungsi beladiri yang tersembunyi.
- Sabar dan ikhlas, kadang saat latian kita melihat senior yang sedang berlatih dan kita ingin sekali seperti mereka, sehingga kita jadi bosan dengan latihan yang itu-itu saja (biasanya terjadi pada pemula yang terus-menerus diberi materi dasar), sadar atau tidak semua yang kita pelajari pasti berguna terutama materi dasar, dasar adalah basic atau tumpuan utama sebelum kita melanjut ke materi selanjutnya, bila materi dasar telah kita kuasai maka untuk selanjutnya akan lebih mudah mempelajarinya. oleh karena itu sabar dan ikhlas dengan apa telah diberikan oleh pelatih dan jangan bosan-bosan berlatih hal-hal yang kalian anggap monoton. ( Nantikan tips-tips menghilangkan kejenuhan atau kebosanan saat latihan ^_^ )
- Dengarkan dan patuhilah apa saja yang disuruh oleh pelatihnya, (sama seperti kita patuh sama guru kita di sekolah). Kenapa harus patuh? Karena dengan patuh sama pelatih atau guru maka Insya Allah ilmu-ilmu yang diberikan akan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita (ingat ilmu bermanfaat adalah salah satu dari ladang amal yang tidak pernah putus). Tapi kalau kita sering melawan dan mencemooh pelatih atau guru, maka ilmu yang kita pelajari dan waktu yang kita luangkan akan jadi sia-sia.
- Jalani latihan dengan disiplin, kedisiplinan adalah langkah awal untuk bisa meraih apapun yang diinginkan, maka dari itu disiplin itu wajib dalam latihan.
Senin, 11 Juni 2012
STRESS DALAM PROSES PELATIHAN
Pada seni beladiri prestasi atau kompetitif, banyak atlet dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit, disatu pihak si atlet harus mengikuti pelatihan yang sungguh-sungguh dilain pihak berbagai tugas sekolah atau pekerjaan harus segera diselesaikan. Tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan pada waktu yang bersamaan ini sering menimbulkan stress. Ada ungkapan yang mengatakan "pukulan yang menjatuhkan anda tidaklah sekeras pukulan yang tidak anda lihat kedatangannya". Jadi, stress bisa menimpa siapa saja dan kita tidak tahu kapan dia akan datang.
Apa itu stress?
Sebelum membahas stress lebih jauh kita harus mengetahui dan mengenal lebih dekat masalah stress. Stress adalah perasaan tertekan, perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi orang, karena tuntutan menghadapi keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.
Beberapa jenis stress dapat berdampak positif
Kadang-kadang stress bisa menjadi hal yang positif bagi seseorang karena dapat menjadi dorongan baginya untuk bekerja lebih baik.
Tekanan yang berdampak positif ini banyak terlihat terutama dikalangan atlet-atlet yang sudah berpengalaman, contohnya atlet-atlet tertentu bisa tampil luar biasa bila mengikuti pertandingan yang berskala besar seperti pertandingan internasional.
Namun kita sadari bahwa masing-masing orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stress seperti ini, kenyataannya stress menyebabkan sebagian orang menjadi putus asa dan bagi yang lainnya justru membantu memecahkan rekor.
Bahaya jika stress berubah menjadi tekanan
Seperti yang telah dikemukakan, kadang-kadang stress bisa menjadi pendorong dan motivator yang positif, tapi stress juga bisa merusak.
Stress menjadi tekanan jika berkelanjutan, tubuh manusia bereaksi terhadap stress dalam tiga tingkatan yaitu siaga, pertahanan, dan kelelahan.
Tahap siaga tubuh akan merasakan kehadiran stress dan biasanya tubuh akan mempersiapkan diri melawan atau menghindar, persiapan ini akan merangsang hormon dari kelenjar endokrin yang akan menyebabkan detak jantung dan pernafasan meninggi, kadar gula dalam darah, berkeringat, mata membelalak, dan melambatnya pencernaan.
Pada tahap perlawanan tubuh akan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stress. Jika penyebab stress tidak hilang, maka tubuh tidak bisa memperbaiki kerusakan dan harus terus siaga.
Maka tahap yang ketiga yaitu kelelahan, jika berlanjut cukup lama maka anda terserang dari "penyakit stress", seperti migren kepala, denyut jantung yang tidak teratur, atau bahkan sakit mental seperti depresi. Kalau stress ini berlanjut selama proses kelelahan maka tubuh akan kehabisan tenaga dan bahkan fungsinya jadi terhenti.
Jadi cara yang paling baik untuk menghadapi stress adalah dengan jalan menghindar atau menyembuhkan secepat mungkin.
MENGATASI STRESS SECARA INDIVIDUAL
1. Belajar melihat masalah secara proposional
Bila dihadapkan pada suatu pilihan misal antara sekolah atau pekerjaan dengan pelatihan yang harus dijalani, maka harus berani mengambil keputusan yang tentunya harus didiskusikan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan pelatih, guru atau atasan bila sudah bekerja secara terbuka, untuk mendapatkan pemecahan yang lebih baik, tentunya keputusan ada pada diri anda dengan cara melihat sudut pandang yang lebih luas.
2. Berani menghadapi resiko
Takut pada resiko merupakan hal yang paling menimbulkan stress dan merupakan penghalang keberhasilan.
Pada seni beladiri prestasi kita mengetahui resiko bila kita akan bertanding yaitu resiko kalah dalam pertandingan dan resiko akan cedera.
Sebagai gambaran di dunia ini tidak ada jaminan mutlak, tidak ada perencanaan yang anti gagal, kehidupan memang demikian.
Kalau kita sudah mengetahui resiko merupakan bagian kehidupan, maka kita perlu belajar menghadapi resiko dengan rasa optimis, kalau pikiran kita selalu dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk, maka justru itulah yang benar-benar terjadi pada anda. Sebaliknya kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang baik, maka yang terjadi pada kita juga adalah hal-hal yang baik.
3. Berlatih sesuai dengan bidang kemampuan anda
Jika anda tidak yakin dimana bidang kemampuan anda, inilah resep yang dapat membantu anda untuk segera mengetahuinya, jika anda membuat suatu kesalahan dan hal itu malah menjadi tantangan bagi anda bukannya membuat anda stress, bisa jadi anda telah bekerja sesuai dengan bidang kemampuan anda.
Bekerja keraslah, kejar cita-cita anda, tetapi jangan untuk itu anda merugikan kesehatan anda dan teman-teman anda. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.
Sumber :
Duel online
Selengkapnya...
Sabtu, 09 Juni 2012
Surat Edaran DIKNAS DKI Tentang Wajib Silat
Surat Edaran Diknas DKI mengenai Kegiatan Wajib (silat) di Sekolah berikut kutipannya:
Tanggal : 29 Desember 2009
Nomor : 176/SE/2009
Sifat : Penting
Hal : Menumbuhkan Nilai-nilai spiritual, budaya, patriotisme dan nasionalisme
- Membaca do’a sesuai agama masing-masing secara bersama-sama sebelum memulai pembelajaran dengan dipimpin oleh salah seorang peserta didik dan dengan cara dilafazkan.
- Bagi sekolah, tetap melaksanakan Upacara Bendera pada setiap hari Senin secara teratur dan disiplin.
- Melaksanakan Upacara Bendera para Peringatan Hari-hari Besar Nasional.
- Memasang dan merawat Lambang Negera, Gambar Presiden dan Wakil Presiden, dan Bendera Merah Putih pada setiap ruang belajar.
- Memasang dan merawat gambar pahlawan nasional pada setiap ruang belajar.
- Memasang Peta Jakarta dan Peta Indonesia pada setiap ruang belajar.
- Memasukkan Pencak Silat sebagai Olahraga Bela Diri pilihan wajib sekolah pada kegiatan Ekstra Kurikuler.
- Mengembangkan dan membina budaya lokal Jakarta pada setiap kegiatan ekstra kurikuler.
untuk PEGASUS dan para Silaters manfaatkan surat edaran ini untuk mengembangkan Pencak Silat terutama Silat Trisusila agar menjadi lebih baik lagi dan Silat indonesia semakin baik di masa mendatang.
dari berbagai sumber Selengkapnya...
Turun Gunung
Setelah Sekian lama bertapa... akhirnya blog TriSusila ini memutuskan untuk Turun Gunung kembali lagi melanglang buana dalam dunia persilatan semoga tulisan - tulisan yang nantinya akan di post dapat berguna bagi para silaters buat para silaters semua dimohon untuk bisa berpartisi pasi dalam blog ini dengan memberikan kritik dan saran yang membangun.... mari kita bangkitkan dunia persilatan Indonesia... HIDUP SILAT INDONESIA.... Selengkapnya...
Kamis, 25 Februari 2010
Silat di seputaran Keraton Mataram
dah lama ga ngepost... pas lagi browsing2 kebetulan ketemu tentang silat Mataram yang sesuai ma aliran PSN TriSusila hehehehe.....
Topik ini ditujukan hanya untuk memperdalam dan menggali sejarah silat seputaran keraton mataram yang beberapa diantaranya sudah mulai sedikit terkuak dalam forum "aliran silat". Mengenai perasaan-perasaan yg timbul setelah mengikuti tread ini harap dikesampingkan dulu ya karena apapun hasilnya tidak memperbincangkan "keunggulan" dan "kehebatan" suatu perguruan tertentu.
Sebenarnya ga sengaja dan ga tau gimana mulainya yg jelas dari awal aq emang da penasaran akan fakta adanya pengakuan sejumlah perguruan silat bahwa alirannya berasal dari silat bangsawan dan aliran lain merupakan silat prajurit. Nah dari fakta ini ga sengaja juga diskusi2 dikasi oleh2 dari baparda, diy sebuah majalah yg sedikit banyak membahas soal ini.... mari kita mulai.... san-- om-om semua..
JOGJA TEMPO DULU
Sejumlah nama kampung di Jogja jaman dulu didasarkan pada profesi warganya, golongan kerabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit.
Kampung-kampung tersebut dibagi menjadi 2 wilayah yaitu Njeron Beteng (kawasan dalam komplek kraton) dan Njaban Beteng (diluar komplek kraton).
Nama kampung Njeron Beteng umumnya berdasar keahlian abdi dalem yg tinggal sehari-hari menangani urusan rumah tangga kraton seperti:
- Mantrigawen, abdi dalem kepala pegawai
- Gamelan, abdi dalem pembuat tapal kuda
- Namburan, abdi dalem btugas membunyikan gamelan
- Siliran, abdi dalem btugas menyalakan lampu penerangan
- Patehan, abdi dalem yg menyajikan teh
- Nagan, abdi dalem penabuh gamelan
Kawasan Njaban Beteng, biasanya kampung-kampung tersebut dulunya merupakan tempat tinggal abdi dalem lainnya seperti administrasi, prajurit, pengrajin, kaum profesional dan bangsawan lain seperti :
- Pajeksan, tempat para jaksa
- dagen, keahlian tukang kayu
- Gowongan, keahlian tukang bangunan
- Jlagran, keahlian tukang batu
Kampung-kampung lain yang sangat khusus dihuni oleh para prajurit seperti :
- Prawirotaman, prajurit prawirotomo, daerahi aliran Tunggal Hati
- Mantrijeron, prajurit mantrijero, daerahi aliran Persatuan Hati
- Bugisan, prajurit bugis, pencak silat bawaan orang bugis (makasar)
- Wirobrajan, prajurit wirobrojo
- Patangpuluhan, prajurit patang puluh (40)
- Jogokrayan, prajurit jogokaryo
Nah dari hasil penjelasan di atas artinya aliran Persatuan Hati dan Tunggal Hati berasal dari silat para perwira prajurit, sedangkan yang perlu dilacak lebih lanjut adalah beberapa perguruan silat yg menyatakan berasal dari silat para bangsawan seperti : Merpati Putih dan Krida Yudha Sinalika. Paling nggak kita tahu berasal dari daerah atau bangsawan yg mana atau diwariskan oleh siapa?
posting asli oleh Pastorbonus @ sahabatsilat.com
Selengkapnya...
Minggu, 06 Desember 2009
Arti Lambang IPSI

Warna Dasar Putih : berarti suci dalam perbuatan.
Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran.
Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju kemantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa.
Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan Pancasila, dan mempunyai tujuan untuk membentuk manusia dengan pribadi Pancasila sejati.
Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah : berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan bersatu membangun negara.
Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri kemanusiaan antara berbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan.
Ikatan pita berwarna merah putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari berbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.
Gambar tangan putih di dalam dasar hijau : menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.
Gambar senjata trisula :Berarti IPSI selalu siap siaga dalam partisipasi di dalam pembangunan Negara melalui tiga usaha pokok, yaitu ;
1. mengusahakan keluhuran budipekerti
2. memelihara seni budaya bangsa indonesia
3. menjalankan krida olahraga ( bela diri pencak silat )
Selengkapnya...
Kamis, 27 Agustus 2009
Sepuluh Butir Mutiara
Sepuluh Butir Mutiara Dari Bapak Pembina Pencak Silat
Ex Presiden Republik Indonesia Muhammad Suharto
1.Penggalian pencak silat sebagai salah satu akar budaya rumpun Melayu yang kaya dengan ragam dan corak serta sarat dengan nilai-nilai luhur, perlu dilaksanakan terus menerus.
2. Pelestarian Pencak Silat sebagai budaya tradisional agar tetap memelihara kemurnian ajaran para leluhur dalam membentuk watak serta pribadi mulia.
3. Pembinaan Pencak Silat dalam segala aspeknya agar tetap diarahkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur dan berbakti kepada orang tua, masyarakat dan bangsanya.
4. Pengembangan Pencak Silat agar tetap diarahkan kepada upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia, kemampuan untuk mandiri serta pantang mundur dalam meraih prestasi.
5. Pemantapan Pencak Silat sebagai tanggung jawab bersama agar dilaksakan sedemikian rupa melalui berbagai upaya yang menartik peran berbagai pihak baik di kawasan sumber asal Pencak Silat maupun di mancanegara.
6. Peningkatan Pencak Silat agar diarahkan tidak saja kepada peningkatan teknik dan prestasi, tetapi juga peningkatan pengamalan keseluruhan nilai yang dikandung Pencak Silat yang dapat meningkatkan kualitas hidup.
7. Penerapan Pencak Silat dengan kemajuan ilmu dan teknologi agar dilakukan terus menerus tanpa menggeser nilai-nilai hakiki Pencak Silat melalui berbagai upaya penelitian dan uji coba.
8. Perilaku Pencak Silat sebagai panutan, harus terus menerus dipelihara untuk mempertahankan harkat dan martabat Pencak Silat.
9. Kerukunan dan persatuan Pencak Silat diantara unsur sumber Pencak Silat merupakan syarat mutlak untuk tetap berkibarnya panji-panji kebesaran Pencak Silat.
10. Penampilan Pencak Silat dalam pengembangannya di mancanegara haruslah dilaksanakan sebagaimana layaknya tugas dan tanggung jawab duta budaya.
Lestarikan dan Kembangkan Pencak Silat IPSI
Jakarta 1 Agustus 1994.
Sumber:
www.silatindonesia.com
Selengkapnya...
Menyalurkan Tenaga Lawan
Menyalurkan Tenaga Lawan Merupakan Teknik Dasar Silat
Anda pernah melihat betapa indahnya gerakan beladiri Aikido dalam mempermainkan tenaga lawannya hingga jatuh bangun dibuatnya?
Di dalam beberapa aliran silat, konsep mengalirkan tenaga lawan bukanlah sesuatu yang aneh. Saya ambil contoh pada beberapa aliran Maen Po (silat Sunda) teknik buang kelid atau piceunan (dalam bahasa Sunda) sudah merupakan teknik dasar yang harus dimiliki.
Contohnya pada aliran Cikalong, memanfaatkan tenaga lawan akan menghasilkan hasil yang lebih efektif dibandingkan dengan mengadu tenaga dengan lawan. Dengan menangkis serangan lawan misalnya. Apalagi kalau ukuran badan dan tenaga lawan sangat besar dan tidak mungkin ditandingi dari segi tenaga.
Saya teringat ketika latihan Sabtu dulu di Padepokan Pencak Silat Taman Mini, seorang teman bercerita ketika dia ditunjukkan cara menghindari teknik kuncian tangan dengan cara cikalongnya Pak Azis (Guru besar perguruan silat Cikalong Pancer Bumi). Caranya adalah dengan mengikuti tenaga lawan dan merapatkan lengan ke badan tanpa memberikan tenaga tolakan. Otomatis kuncian tangan dapat dilepaskan meski yang mengunci lebih besar tenaganya.
Teknik seperti ini dikenal dengan istilah isi-kosong (eusi-kosong), dimana sebagai pesilat dapat mengetahui kapan harus dilawan dengan tenaga dan kapan diberi tenaga kosong.
Sepertinya konsep ini juga dianut oleh aliran lain seperti Aikido. Semakin terasah rasa kita ketika mengetahui kapan tenaga lawan habis maka semakin sempurna kita berlatih tenaga eusi-kosong ini.
Salah satu syarat untuk melatih ini adalah dengan melatih jurus dengan cara menempel lawan atau bahasa Sundanya adalah ulin napel atau usik. Dengan semakin sering kita usik, akan semakin terlatih rasa kita dalam mengukur dan menyalurkan tenaga lawan dengan menggunakan tenaga isi dan kosong (eusi-kosong).
Hal lain yang perlu dilihat dalam pengaturan tenaga ini adalah kekuatan terbesar dalam tenaga adalah tenaga putaran (circle power). Ini bisa dilihat dalam setiap gerakan Aikido, dimana semua tenaga lawan akan dialirkan sesuai dengan tenaga putaran. Begitu tenaga lawan habis maka tibalah waktunya kita untuk menyerang balik.
Tenaga putaran ini tidaklah cukup dengan hanya memutar badan saja tetapi harus diimbangi dengan kelincahan gerak kaki yang sangat terlatih dalam menyalurkan tenaga lawan.
Di dalam silat, teknik seperti ini sudah ada dan sangat familiar dilakukan di kalangan pesilat tradisional seperti terlihat bagaimana silek Sumatra (kumango atau silek tuo) melakukan gerakan putar yang sudah merupakan bagian dan ciri aliran ini. Sedangkan di penca (istilah silat di Sunda) sendiri setiap jurus maen po memiliki metoda untuk melatih langkah yang disebut dengan pancer.
Jadi dalam menyalurkan tenaga lawan, silat tidak kalah dengan beladiri lain bahkan jurusnya lebih kaya dari beladiri lainnya.
Sumber :
Kiki Rizki Noviandi at www.silatindonesia.com
Selengkapnya...
Minggu, 23 Agustus 2009
Padepokan Pencak Silat Indonesia
Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar pengetahuan dan keterampilan tertentu. Padepokan yang disediakan untuk belajar dan mengajar Pen-cak Silat dinamakan Padepokan Pencak Silat.
Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) adalah padepokan berskala nasional dan internasional yang berlokasi di di tas lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Luas total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total selasar-selasarnya sekitar 5.000 m2. Padepokan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1997.
Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) mempunyai sekurang-kurangnya 5 fungsi, yakni :
1. Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai hal yang menyangkut Pencak Silat.
2. Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubu-ngan dengan upaya pelestarian, pengembangan, penyebaran dan pening-katan citra Pencak Silat dan nilai-nilainya.
3. Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia.
4. Sebagai sarana untuk mempererat persahabatan diantara masyarakat Pencak Silat di berbagai negara.
5. Sebagai sarana untuk memasyarakatkan 2 kode etik manusia Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar Pesilat.
Sumber :
id.wikipedia.org
Selengkapnya...
Pencak Silat di Dunia
Pencak Silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional.
Kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria.
Pada tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.
Selain dari upaya Persilat yang membuat pencak silat sebagai pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di berbagai belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan.
Sumber :
id.wikipedia.org
Selengkapnya...
Aspek dan bentuk Silat
Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:
1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.
Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan, adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.
Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.
Sumber :
id.wikipedia.org
Selengkapnya...
Istilah Dalam Silat
Sikap dan Gerak
Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
Teknik
Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
Jurus
Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
Sumber :
id.wikipedia.org
Selengkapnya...
Sejarah Silat
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengan silek. Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat. Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa, yang membanggakan Gajah Mada.
Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.
sumber :
id.wikipedia.org
Selengkapnya...
Pencak Silat
Pencak Silat atau Silat (berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, saat ini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh.
Induk organisasi pencak silat di Indonesia adalah IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara.
Sumber :
id.wikipedia.org
Selengkapnya...
Sabtu, 22 Agustus 2009
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Yoooow...
bulan puasa dah memasuki hari pertama....
kami selaku pengurus PSN Trisusila mengucapkan
selamat menunaikan ibadah puasa...
semoga semua amal ibadah yang kita jalankan diterima oleh Allah SWT,
dan kita semua dapat menjalankan ibadah puasa dengan ikhlas dan hati bersih dari awal ramadhan hingga akhir nanti....
serta tak lupa kami doakan semoga kita semua akan menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya....
Amin,,,,,
Selengkapnya...
