Selamat Datang di Halaman TRI SUSILA
Tampilkan postingan dengan label trisusila. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trisusila. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Juli 2012

ini adalah salah satu jurus dari TRISUSILA dinamai berdasarkan arah penjuru mata angin.... dalam video ini, jurus 8 penjuru di gerakkan oleh siswa dan siswi dari MTs N 24 Jakarta... Selengkapnya...

Sabtu, 09 Juni 2012

Surat Edaran DIKNAS DKI Tentang Wajib Silat


Surat Edaran Diknas DKI mengenai Kegiatan Wajib (silat) di Sekolah berikut kutipannya:

Tanggal : 29 Desember 2009
Nomor : 176/SE/2009
Sifat : Penting
Hal : Menumbuhkan Nilai-nilai spiritual, budaya, patriotisme dan nasionalisme

SURAT EDARAN 
Dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai spiritual, patriotisme, nasionalisme dan budaya nasional peserta didik, dengan ini saya minta dalam menyelenggarakan pendidikan di sekolah dan PKBM, Saudara melakukan hal-hal sebagai berikut:
  1. Membaca do’a sesuai agama masing-masing secara bersama-sama sebelum memulai pembelajaran dengan dipimpin oleh salah seorang peserta didik dan dengan cara dilafazkan. 
  2. Bagi sekolah, tetap melaksanakan Upacara Bendera pada setiap hari Senin secara teratur dan disiplin.
  3. Melaksanakan Upacara Bendera para Peringatan Hari-hari Besar Nasional. 
  4. Memasang dan merawat Lambang Negera, Gambar Presiden dan Wakil Presiden, dan Bendera Merah Putih pada setiap ruang belajar. 
  5. Memasang dan merawat gambar pahlawan nasional pada setiap ruang belajar. 
  6. Memasang Peta Jakarta dan Peta Indonesia pada setiap ruang belajar. 
  7. Memasukkan Pencak Silat sebagai Olahraga Bela Diri pilihan wajib sekolah pada kegiatan Ekstra Kurikuler. 
  8. Mengembangkan dan membina budaya lokal Jakarta pada setiap kegiatan ekstra kurikuler.
Atas perhatian Saudara, Saya ucapkan terima kasih. KEPALA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI DKI JAKARTA Surat ini sudah dimulai di Jakarta di tahun 2009 yang lalu, tapi entah bagaimana peredaran, sosialisasi dan implementasi. Semoga bisa disusul juga oleh daerah lain. 

untuk PEGASUS dan para Silaters manfaatkan surat edaran ini untuk mengembangkan Pencak Silat terutama Silat Trisusila agar menjadi lebih baik lagi dan Silat indonesia semakin baik di masa mendatang.

dari berbagai sumber Selengkapnya...

Kamis, 25 Februari 2010

Silat di seputaran Keraton Mataram

dah lama ga ngepost... pas lagi browsing2 kebetulan ketemu tentang silat Mataram yang sesuai ma aliran PSN TriSusila hehehehe.....

Topik ini ditujukan hanya untuk memperdalam dan menggali sejarah silat seputaran keraton mataram yang beberapa diantaranya sudah mulai sedikit terkuak dalam forum "aliran silat". Mengenai perasaan-perasaan yg timbul setelah mengikuti tread ini harap dikesampingkan dulu ya karena apapun hasilnya tidak memperbincangkan "keunggulan" dan "kehebatan" suatu perguruan tertentu.

Sebenarnya ga sengaja dan ga tau gimana mulainya yg jelas dari awal aq emang da penasaran akan fakta adanya pengakuan sejumlah perguruan silat bahwa alirannya berasal dari silat bangsawan dan aliran lain merupakan silat prajurit. Nah dari fakta ini ga sengaja juga diskusi2 dikasi oleh2 dari baparda, diy sebuah majalah yg sedikit banyak membahas soal ini.... mari kita mulai.... san-- om-om semua..


JOGJA TEMPO DULU

Sejumlah nama kampung di Jogja jaman dulu didasarkan pada profesi warganya, golongan kerabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit.

Kampung-kampung tersebut dibagi menjadi 2 wilayah yaitu Njeron Beteng (kawasan dalam komplek kraton) dan Njaban Beteng (diluar komplek kraton).

Nama kampung Njeron Beteng umumnya berdasar keahlian abdi dalem yg tinggal sehari-hari menangani urusan rumah tangga kraton seperti:
- Mantrigawen, abdi dalem kepala pegawai
- Gamelan, abdi dalem pembuat tapal kuda
- Namburan, abdi dalem btugas membunyikan gamelan
- Siliran, abdi dalem btugas menyalakan lampu penerangan
- Patehan, abdi dalem yg menyajikan teh
- Nagan, abdi dalem penabuh gamelan

Kawasan Njaban Beteng, biasanya kampung-kampung tersebut dulunya merupakan tempat tinggal abdi dalem lainnya seperti administrasi, prajurit, pengrajin, kaum profesional dan bangsawan lain seperti :
- Pajeksan, tempat para jaksa
- dagen, keahlian tukang kayu
- Gowongan, keahlian tukang bangunan
- Jlagran, keahlian tukang batu

Kampung-kampung lain yang sangat khusus dihuni oleh para prajurit seperti :
- Prawirotaman, prajurit prawirotomo, daerahi aliran Tunggal Hati
- Mantrijeron, prajurit mantrijero, daerahi aliran Persatuan Hati
- Bugisan, prajurit bugis, pencak silat bawaan orang bugis (makasar)
- Wirobrajan, prajurit wirobrojo
- Patangpuluhan, prajurit patang puluh (40)
- Jogokrayan, prajurit jogokaryo

Nah dari hasil penjelasan di atas artinya aliran Persatuan Hati dan Tunggal Hati berasal dari silat para perwira prajurit, sedangkan yang perlu dilacak lebih lanjut adalah beberapa perguruan silat yg menyatakan berasal dari silat para bangsawan seperti : Merpati Putih dan Krida Yudha Sinalika. Paling nggak kita tahu berasal dari daerah atau bangsawan yg mana atau diwariskan oleh siapa?

posting asli oleh Pastorbonus @ sahabatsilat.com
Selengkapnya...

Minggu, 06 Desember 2009

Arti Lambang IPSI


Warna Dasar Putih : berarti suci dalam perbuatan.
Warna Merah : berarti berani dalam kebenaran.
Warna Hijau : berarti ketenangan dalam menghadapi segala sesuatu yang menuju kemantapan jiwa, karena selalu beriman dan bertauhid kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Warna Kuning : berarti bahwa IPSI mengutamakan budi pekerti dan kesejahteraan lahir dan batin dalam menuju kejayaan nusa dan bangsa.
Bentuk Perisai Segi Lima : berarti bahwa IPSI berasaskan landasan Pancasila, dan mempunyai tujuan untuk membentuk manusia dengan pribadi Pancasila sejati.
Sayap Garuda berwarna Kuning berototkan merah : berarti kekuatan bangsa Indonesia yang bersendikan kemurnian, keluruhan dan dinamika, Sayap 18 lembar, bulu 5 lembar + 4 lembar + 8 lembar berarti tanggal berdirinya IPSI adalah 18 Mei 1948. Sayap 18 lembar, terdiri dari 17+1 berarti IPSI dengan semangat Proklamasi Kemerdekaan bersatu membangun negara.
Untaian lima lingkaran : melambangkan bahwa IPSI melalui olahraga merupakan ikatan peri kemanusiaan antara berbagai aliran dengan memegang teguh asas kekeluargaan, persaudaraan dan kegotong royongan.
Ikatan pita berwarna merah putih : bahwa IPSI merupakan suatu ikatan pemersatu dari berbagai aliran Pencak Silat, yang menjadi hasil budaya yang kokoh karena dilandasi oleh rasa berbangsa, berbahasa dan bertanah air Indonesia.
Gambar tangan putih di dalam dasar hijau : menggambarkan bahwa IPSI membantu negara dalam bidang ketahanan nasional melalui pembinaan mental/fisik agar kader-kader IPSI berkepribadian nasional serta berbadan sehat, kuat dan tegap.
Gambar senjata trisula :Berarti IPSI selalu siap siaga dalam partisipasi di dalam pembangunan Negara melalui tiga usaha pokok, yaitu ;
1. mengusahakan keluhuran budipekerti
2. memelihara seni budaya bangsa indonesia
3. menjalankan krida olahraga ( bela diri pencak silat )

Selengkapnya...

Minggu, 23 Agustus 2009

Teknik

Teknik Tri Susila terdiri dari teknik pukulan, tangkisan, tendangan, dan teknik senjata. Serta teknik kuncian dan teknik menjatuhkan. Teknik khas Tri Susila adalah pukulan siku, yaitu teknik menyerang atau belaan dengan menggunakan siku dan teknik menjatuhkan seperti menarik atau mendorong. Selengkapnya...

Filosofi

Trisusila memiliki arti tiga perbuatan mulia.
Tiga perbuatan tersebut adalah:

1.Susila Batin
2.Susila Ucapan
3.Susila Perbuatan

Pesilat Trisusila harus bisa mengerti dan mengamalkan
tiga susila tersebut, yaitu bisa
berpikir mulia, berkata mulia & berkelakuan mulia.
Selengkapnya...

Sejarah Tri Susila

Pada jaman kerajaan Mataram masyarakat Yogyakarta & sekitarnya mengembangkan pencak silat sambil mengajarkan agama Islam. Trisusila adalah salah satu perkumpulan pencak silat dikala itu. Pada awalnya Trisusila hanya sebuah perkumpulan yg dibentuk oleh para pendekar Mataram. Hingga pada jaman penjajahan Trisusila diresmikan menjadi sebuah perguruan silat oleh bpk. Tajudin di kabupaten Purworejo desa Cangkrep kidul. Beliau adalah salah satu pendekar Trisusila yang ingin tetap mengembangkan pencak silat dikala itu, dari sekitar tahun 1940 sampai sekarang Trisusila terus berkembang di Jawa Tengah. Sampai pada tahun 1997 Trisusila mulai dikembangkn di DKI JAKARTA, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Hingga saat ini Trisusila terus berkembang & telah terdaftar pada Ikatan Pencak Silat Indonesia(IPSI). Selengkapnya...