Selamat Datang di Halaman TRI SUSILA

Kamis, 25 Februari 2010

Silat di seputaran Keraton Mataram

dah lama ga ngepost... pas lagi browsing2 kebetulan ketemu tentang silat Mataram yang sesuai ma aliran PSN TriSusila hehehehe.....

Topik ini ditujukan hanya untuk memperdalam dan menggali sejarah silat seputaran keraton mataram yang beberapa diantaranya sudah mulai sedikit terkuak dalam forum "aliran silat". Mengenai perasaan-perasaan yg timbul setelah mengikuti tread ini harap dikesampingkan dulu ya karena apapun hasilnya tidak memperbincangkan "keunggulan" dan "kehebatan" suatu perguruan tertentu.

Sebenarnya ga sengaja dan ga tau gimana mulainya yg jelas dari awal aq emang da penasaran akan fakta adanya pengakuan sejumlah perguruan silat bahwa alirannya berasal dari silat bangsawan dan aliran lain merupakan silat prajurit. Nah dari fakta ini ga sengaja juga diskusi2 dikasi oleh2 dari baparda, diy sebuah majalah yg sedikit banyak membahas soal ini.... mari kita mulai.... san-- om-om semua..


JOGJA TEMPO DULU

Sejumlah nama kampung di Jogja jaman dulu didasarkan pada profesi warganya, golongan kerabat dan pejabat, keahlian abdi dalem hingga nama pasukan prajurit.

Kampung-kampung tersebut dibagi menjadi 2 wilayah yaitu Njeron Beteng (kawasan dalam komplek kraton) dan Njaban Beteng (diluar komplek kraton).

Nama kampung Njeron Beteng umumnya berdasar keahlian abdi dalem yg tinggal sehari-hari menangani urusan rumah tangga kraton seperti:
- Mantrigawen, abdi dalem kepala pegawai
- Gamelan, abdi dalem pembuat tapal kuda
- Namburan, abdi dalem btugas membunyikan gamelan
- Siliran, abdi dalem btugas menyalakan lampu penerangan
- Patehan, abdi dalem yg menyajikan teh
- Nagan, abdi dalem penabuh gamelan

Kawasan Njaban Beteng, biasanya kampung-kampung tersebut dulunya merupakan tempat tinggal abdi dalem lainnya seperti administrasi, prajurit, pengrajin, kaum profesional dan bangsawan lain seperti :
- Pajeksan, tempat para jaksa
- dagen, keahlian tukang kayu
- Gowongan, keahlian tukang bangunan
- Jlagran, keahlian tukang batu

Kampung-kampung lain yang sangat khusus dihuni oleh para prajurit seperti :
- Prawirotaman, prajurit prawirotomo, daerahi aliran Tunggal Hati
- Mantrijeron, prajurit mantrijero, daerahi aliran Persatuan Hati
- Bugisan, prajurit bugis, pencak silat bawaan orang bugis (makasar)
- Wirobrajan, prajurit wirobrojo
- Patangpuluhan, prajurit patang puluh (40)
- Jogokrayan, prajurit jogokaryo

Nah dari hasil penjelasan di atas artinya aliran Persatuan Hati dan Tunggal Hati berasal dari silat para perwira prajurit, sedangkan yang perlu dilacak lebih lanjut adalah beberapa perguruan silat yg menyatakan berasal dari silat para bangsawan seperti : Merpati Putih dan Krida Yudha Sinalika. Paling nggak kita tahu berasal dari daerah atau bangsawan yg mana atau diwariskan oleh siapa?

posting asli oleh Pastorbonus @ sahabatsilat.com

2 komentar:

  1. Terlalu sempit kalo silat yang berkembang dilingkungan keraton jogja sudah dianggap mewakili silat mataram, karena mataram itu bukan berarti jogja, keraton solo, keraton mangkunegaran dan para bupati2 di jaman kesultanan mataram juga memiliki silat yang berasal dari keluarga yang kalau diusut2 mempunyai sejarah yang lebih ttua lagi dari jaman mataram

    BalasHapus
  2. Mengenai MP dan KYS saya bisa memberikan keterangan, dikarenakan secara silsilah saya masih memiliki hubungan dengan gagak handoko yg menjadi cikal bakal keilmuan MP sedangkan KYS saya pernah menjadi Putro (murid) selama 7 tahun sampai tingkatan panglima sepuh. MP bercikal bakal dari gagak handoko yang merupakan panglima mataram, sedangkan KYS bercikal bakal dari majapahit yang dibawa ke pegunungan dieng sindoro yang sesuai sejarah merupakan daerah yang merupakan tempat pelarian para bangsawan majapahit setelah serbuan kerajaan pajang selain yang melarikan diri ke daerah bromo. Kakek dari pendiri KYS adalah bupati temangggung yang merupakan bangsawan mataram.

    BalasHapus